Rodgers Mencari Regista

Ditulis untuk forum bigreds iolsc pada 20 Januari 2014 RODGERS MENCARI REGISTA

rodgers

Ketika musim 2012/2013 berakhir, sisi-sisi lemah Liverpool FC sebenarnya sudah teridentifikasi. Diantaranya adalah posisi bek tengah, gelandang serang, gelandang bertahan, dan pelapis full back kiri. Si Merah lantas memanfaatkan bursa musim panas 2013 untuk mendatangkan pemain baru untuk di berbagai posisi, termasuk pemain pengisi area-area yang dianggap bolong. Kolo Toure dan Mamadou Sakho didatangkan untuk mengisi posisi bek tengah. Untuk memperkokoh pertahanan kiper Sunderland, Simon Mignolet dibajak. Bahkan Liverpool berani berinvestasi dengan mendatangkan bek muda Porto, Tiago Ilori.

Upaya Brendan Rodgers, manajer Liverpool, menutup keping-keping puzzle yang bolong berjalan tak terlalu mulus. Negosiasi pemain di posisi gelandang serang (penyerang) dan bek kiri terlihat tersendat jelang musim 2013/2014 bergulir. Pemain dalam prioritas pertama yang terendus didekati menolak bergabung. Rodgers dipaksa puas saat menutup jendela transfer dengan peminjaman Moses (gelandang serang/Chelsea) dan Cisshoko (bek kiri/Valencia). Proses transfer Aly Cisshoko bahkan terkesan bak komedi, Valencia ngotot jual, sementara Liverpool bersikeras meminjam. Try before you buy alias coba dulu baru beli, kembali diterapkan Liverpool. Seolah jadi pertanda kalau manajer yang mengantar Swansea promosi ke kasta tertinggi pada tahun 2011 ini tidak terlalu yakin dengan pemain pinjaman itu.

Beberapa lubang yang nampak, memang sudah coba ditutup meski belum tentu maksimal. Namun ada satu posisi yang semenjak pelatih kelahiran Carnlough, Irlandia Utara ditunjuk jadi bos Liverpool jarang tersentuh, yakni gelandang bertahan. Rodgers memang mengambil Joe Allen dari Swansea musim panas 2012, tetapi pemain bertinggi 168cm ini juga bukan seorang defensive midfielder(DM) murni. Nuri Sahin juga sempat dipinjam dari Real Madrid, tapi justru dimainkan pada posisi yang lebih menyerang. Akhirnya Sahin dilepas setelah merasa tak cocok dengan posisi “number 10” yang beroperasi di belakang striker. Kini hanya tersisa satu pemain yang cukup lama berperan sebagai DM, Lucas Leiva. Saat diboyong Rafa Benitez tahun 2006, gelandang serang asal klub Gremio ini langsung mencicipi pos gelandang bertahan.

Sepanjang musim 2013/2014 yang masih berjalan, Rodgers lebih sering menempatkan dua pemain yang diberi tugas untuk banyak melakukan aksi bertahan di lini tengah. Steven Gerrard menjadi pemain yang ditugasi menemani Lucas Leiva di mayoritas laga Liga Inggris. Duo Gerrard dan Henderson jadi alternatif ketika DM asal Brasil itu terkena larangan tampil karena akumulasi kartu pada matchday 7 dan 8. Kombinasi Gerrard – Allen juga sempat dicoba berduet di matchday 14 dan 15 untuk memberi kesempatan Leiva beristirahat di bangku cadangan. Pola lini tengah yang kuat dengan dua gelandang bertahan dalam pola 4-2-3-1 memang sudah akrab dengan pemain-pemain LFC sejak rezim Rafael Benitez.

Mencoba filosofi impian

Perubahan mulai terlihat pada matchday 16 saat melawan Tottenham Hotspur, Brendan Rodgers mencoba memainkan peran seorang regista. Secara konsisten peran ini berlanjut dalam enam (6) pertandingan terakhir yang dijalani Liverpool di Liga Primer Inggris. Regista adalah bahasa Itali yang sepadan dengan kata director dalam bahasa inggris. Direktur, pemimpin, pengatur, atau sutradara jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Sementara dalam kancah sepak bola peran ini disebut sebagai playmaker, sang pengatur permainan. Lebih spesifik lagi regista adalah sebutan untuk pengatur permainan yang beroperasi sebagai gelandang bertahan. Berbeda dengan trequartista, dirijen permainan yang berposisi lebih menyerang. Jadi regista adalah deep-lying playmaker.

Lucas Leiva yang ditunjuk melakoni peran ini kala pasukannya menaklukkan White Hart Lane pertengahan bulan Desember 2013. Saat itu Gerrard tak bisa tampil karena cedera. Lucas terlihat bermain jauh lebih dalam dan kadang-kadang terlihat sejajar dengan dua bek tengah. Gelandang pirang asal Brazil ini mengulang peran itu di empat laga beruntun berikutnya, menjamu Cardiff City, bertandang ke Manchester City dan Chelsea, serta menjamu Hull City. Tak ada komplain dengan peran pemain bernomor punggung 21 sampai laga pembuka tahun 2014 itu. Pun ketika lini tengah LFC tak kuasa mendikte permainan saat menghadapi ManCity dan The Blues, itu dianggap wajar. Kedua tim lawan menjalankan kontra strategi yang nyaris sempurna lewat sederet nama-nama mentereng dalam skuat dan diarsiteki manajer papan atas.

Cederanya Joe Allen dan kembalinya Steven Gerrard, lantas memengaruhi komposisi lini tengah The Reds. Cukup mengejutkan ketika Rodgers memberikan peran deep-lying playmaker kepada sang kapten yang kembali dari cedera. Gaffer Liverpool memulai percobaannya secara penuh saat bertandang ke Britannia kandang Stoke City. Meskipun melakukan beberapa kesalahan terutama salah passing, performa si nomor 8 dianggap lumayan saat menjalani peran itu. Kesalahan-kesalahan yang dilakukannya seolah tertutup dengan aksi-aksi bertahan macam tekel, intersep, clearance(s) yang cukup dominan. Situs http://www.thisisanfield.com misalnya, memberinya nilai tujuh (7). Hanya terpaut satu poin dari Raheem Sterling dan Luis Suarez yang diberi nilai tertinggi.

Tak ada yang tahu rencana Gaffer Liverpool dengan tajribah Rodgers saat menukar Leiva dengan Gerrard. Secara statistik pemilik nomor punggung 21 memang tergolong terlalu banyak membuatpelanggaran dan tendangan bebas kepada lawan. Akurasi tekelnya hanya 44%. Kreativitas gelandang bertahan tim nasional Brazil itu juga bukan yang terbaik, meskipun akurasi umpannya melebihi 90%. Bahkan bisa jadi Rodgers mengetahui problem kebugaran pemain bernama komplit Lucas Pezzini Leiva. Kemudian seperti diketahui, Lucas memang mengalami cedera saat diturunkan sebagai pemain pengganti di laga kandang kontra Aston Villa.

Dalam wawancara seusai pertandingan kontra Stoke City yang berakhir dengan skor 3-5 untuk kemenangan Liverpool, Rodgers mengemukakan idenya. Ia merasa Gerrard punya personality yang sesuai untuk menjalankan peran sebagai pengontrol. Pengena ban kapten sejak Oktober 2003 itu dianggap punya umpan yang bervariasi dan memiliki visi bermain yang baik. Bekas manajer Liverpool Rafael Benitez juga menyebut peran regista cocok untuk Gerrard. “Antisipasi, kemampuan mengumpan panjang dan pendek dengan akurasi baik dan juga kemampuan mengatur tempo,” kata pelatih Napoli pada kolom yang ditulisnya untuk The Independent (17/01/2014) beralasan.

Pemegang Kemudi

Rodgers terlihat sedang berusaha untuk mengimplementasikan filosofi sepakbola yang yang diidamkannya, possession football meskipun tidak secara mutlak. Versi british dari Tiki Taka yang “membunuh” lawan lewat penguasaan bola. Ia lantas menyebutnya sebagai Death by Football. Sistem permainan ini membutuhkan peran seorang pengontrol permainan. Soal figur regista, Rodgers menjelaskan peran pemain yang banyak beroperasi di Zona 3 dari 8 zona yang di plot untuk masing-masing peran/posisi (lihat gambar). Gelandang gantung di zona 3 menjadi sosok paling penting dalam mengendalikan permainan lewat penguasaan bola (possession). Pemain di zona 3 ini bukan lagi defensive midfielder yang bertugas hanya untuk menghalau serangan, tetapi juga berlakon bak quarterback dalam American Football. Ia adalah penentu dari mana dan bagaimana cara sebuah serangan dimulai.

formasi

Seorang regista harus memiliki kecakapan dalam penguasaan bola, termasuk saat mendapat tekanan dari lawan. Deep-lying playmaker yang dijelaskan Rodgers akan lebih banyak memainkan umpan-umpan pendek sepanjang laga. Ia adalah poros dari penguasaan bola. Mengumpan, menerima bola kembali, mengumpan, menerima bola lagi, mengumpan dan menerima bola lagi sampai tim memiliki kesempatan untuk mengancam gawang lawan. Ia juga adalah outlet bagi rekan-rekannya yang kesulitan saat ditekan lawan. Saat koleganya menguasai bola dan kepayahan karena pressing lawan, regista “wajib” hadir untuk menerima umpan. Ia adalah kemudi yang menawarkan solusi (jalan keluar). Volante de salida.

Volante berarti kemudi, Salida bermakna jalan keluar (outlet). Volante de salida lazim digunakan di Spanyol untuk menyebut peran DM yang sekaligus bertindak sebagai pengatur permainan. Ia memang terkesan lebih statis dibandingkan dengan pemain-pemain lain. Sebagiaan besar waktunya dihabiskan untuk bergerak di zona 3 permainan. Meski begitu sentuhannya ewarnai hampir setiap momen. Ketika memberi umpan-umpan panjang nan tajamsekalipun ia tetap harus dalam posisi bagus untuk mengawal serangan. Kemudian bersiap untuk menjadi penerima bola saat penyerang mengalami tekanan. Ia mampu menekel lawan, ia juga kapabel untuk membalikkan kondisi dari bertahan menjadi menyerang dalam sekejap. Selain ketenangan saat menguasai bola dan ditekan, akurasi umpan seorang regista harus baik. Idealnya akurasi mencapai 90%.

Rodgers telah mencoba Lucas Leiva untuk memainkan peran sebagai volante de salida. Ia juga sedang menjajal Gerrard. Atau ia hanya sedang bermain dengan risiko untuk menunjukkan kalau ia butuh pemain tambahan yang lebih mumpuni? Jika benar, rasanya terlalu besar taruhannya. Tapi yang pasti lewat eksperimen yang dilakukannya, pria yang memulai karir sebagai manajer di Watford ini tak cukup puas dengan kondisi timnya. Ia ingin sedikit demi sedikit membangun system permainan sesuai falsafah sepakbola yang dianutnya.

Gerrard kemudian tak maksimal menjalankan perannya sebagai quarterback dalam formasi super ofensif yang dipilih Rodgers saat menjamu Aston Villa. Tak seperti biasanya, ia hanya ditemani Henderson sebagai gelandang tengah di zona 5. Mereka tak kuasa mengontrol permaian. Lucas yang masuk untuk menggenapi formasi 1 regista dan 2 box-to-box midfielders pada laga yang berakhir remis ini malah mengalami cedera. Sirene bahaya pun santer terdengar, Liverpool darurat gelandang bertahan. Wacana membeli gelandang bertahan baru kembali mengemuka. Mumpung jendela transfer pemain musim dingin baru separuh jalan. Beberapa nama gelandang bertahan sempat dikaitkan dengan Liverpool. Sebut saja Fernando Reges (dirumorkan sudah sepakat dengan AC Milan), Agyemang-Badu, dan Yann M’villa.

Namun untuk mendapat akses bertemu dr. Zaff Iqbal, guna menjalani tes kesehatan harus memenuhi paling gak harus memenuhi tiga syarat umum. Pemain tepat, Available, dan nilai ekonominta pas. Brendan Rodgers seperti di tulis Liverpool Echo (14/01/2014) kembali menegaskan bahwa bisnis akan dilakukan jika ada pemain yang dirasa tepat, tanpa menyebutkan posisi dan tak membatasi waktu pada jendela transfer Januari 2014 saja. Manajer harus yakin bahwa pembelian pemain memberi nilai tambah bagi tim dan cocok dengan sistem permainan yang diingini. Pemain tepat saja tidak cukup, terkadang pemain yang diingini memang tidak dijual atau memilih untuk bertahan di klub lama (seperti Diego Costa di musim panas lalu).

Syarat ketiga kemudian jadi penentu. Klub tidak berkenan mengeluarkan uang lebih dari value seorang pemain. Tak masalah jika pemain yang dimau tak dilirik oleh klub-klub lain. Sayangnya hal itu jarang terjadi, pemain-pemain bagus atau potensial umumnya menarik minat dari banyak klub kaya. Otomatis klub asal dan tentunya sang agen akan berupaya untuk menaikkan harga. Andai setahun lalu Coutinho dan Sturridge juga diminati klub lain, bisa berabe urusan. Ambil contoh M. Salah (meskipun masih rumor), yang diwartakan tertarik berbaju Liverpool. Tetapi klub asal menggunakan Zenit St. Petersburg yang kabarnya juga tertarik sebagai alat tawar, proses menjadi berjalan lambat. Soal benar atau tidaknya rumor, hanya “orang dalam” yang tahu. Tetapi tak mudah untuk memenuhi 3 syarat umum itu.

Kembali ke soal gelandang bertahan, tak banyak informasi tentang pemain yang dikaitkan dengan LFC seperti Reges, Badu, M’villa. Kecuali melalui video youtube. Rasanya bukan mereka yang dibutuhkan manajer yang belajar bermacam metode kepelatihan di Spanyol ini. DM yang baik memang tak otomatis menjadi regista yang baik. Profil dan tipe permainannya tak jauh beda dengan gelandang-gelandang yang dimiliki Liverpool saat ini. Rodgers sedang mencari seorang pemain yang cocok dengan sistemnya, bukan sekadar defensive midfielder. Ia mencari volante da salida, seorang Regista.

One thought on “Rodgers Mencari Regista

  1. Pingback: Apa Kabar “Death by Football”? (Part 1) | Cas, Cis & Cus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s