Khasiat Alginat dari Rumput Laut Cokelat

GEMPUR DIABETES

Alga laut atau yang lebih dikenal sebagai rumput laut menyimpan potensi khasiat untuk kesehatan. Selama ini rumput laut terkenal sebagai sumber serat yang sangat bagus. Setelah melalui serangkaian penelitian, ternyata diketahui khasiat rumput laut yang lain. Penelitian bahkan sudah sampai ke uji pada hewan coba.

“Alginat dari rumput laut coklat, berkhasiat untuk menurunkan kadar gula darah,” ujar Drs. Thamrin Wikanta, MS, peneliti dari Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. Tentu saja ini menjadi kabar yang cukup menggembirakan bagi para penderita diabetes.

“Awalnya kita menduga hanya untuk diabetes melitus tipe II (tak tergantung insulin) saja. Tetapi setelah diuji, berkhasiat juga untuk tipe I yang tergantung insulin,” terangnya. Pengujian yang dilakukan Thamrin dan koleganya menggunakan hewan coba berupa tikus putih yang diinjeksi aloksan (model diabetes melitus tipe I).

Hasilnya sangat menggembirakan, pemberian natrium-alginat dari rumput laut coklat jenis Sargassum filipendula, mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. “Semua dosis pemberian sediaan na-alginat dapat menurunkan kadar gula darah tikus yang sudah dirusak pankreasnya,” terang master biokimia ITB, Bandung.

Pemberian na-alginat dengan dosis lebih tinggi mampu menurunkan kadar glukosa darah lebih besar dari pemberian dosis lebih rendah. Bagaimana mekanisme kerja alginat? Alginat punya sifat dapat membentuk gel atau larutan kental yang bisa menahan difusi glukosa dari saluran cerna ke dalam pembuluh darah.

Dibandingkan dengan penyuntikan insulin, efek penurunan kadar glukosa darah yang terjadi akibat pemberian na-alginat sampai memang masih kalah. Namun ketika masa kerja insulin habis, kadar glukosa darah langsung melonjak drastis. Berbeda dengan alginat yang efek kerjanya terus berlangsung menurunkan glukosa darah secara terkendali menuju kondisi normal.

“Data hispatologi juga menunjukkan pemberian alginat mempu membantu pemulihan sel beta pankreas yang rusak akibat aloksan,” tegas Thamrin. Sel beta pankreas sendiri adalah produsen insulin dalam tubuh. Kerusakan sel beta pankreas akan membuat produksi insulin terganggu atau terhenti dan membuat kadar glukosa darah naik. Makanya penderita diabetes melitus tipe 1 butuh injeksi insulin. Kalau sel beta pankreas kembali normal, tentu produksi insulin juga diharapkan juga normal kembali.

TURUNKAN KOLESTEROL

Manfaat alginat yang diekstraksi dari rumput laut coklat juga diteliti khasiatnya untuk menurunkan kolesterol darah. Kadar kolesterol saat ini telah dijadikan parameter menentukan risiko serangan penyakit jantung koroner. “Pemberian natrium alginat pada hewan uji mampu menurunkan kadar kolesterol total dalam darah secara efektif. Makin tinggi dosis atau viskositas yang diberikan makin tinggi efektivitasnya,” ujar Thamrin.

Serat yang larut dalam air dapat menurunkan kadar kolesterol secara efektif karena bisa mengikat asam dan garam empedu dalam sistem pencernaan lalu membawanya ke luar tubuh bersama feses. Hati lantas akan terpacu untuk memproduksi asam empedu yang hilang akibat diikat oleh serat.

Untuk memproduksi asam empedu, hati butuh kolesterol sebagai bahan baku. Maka kolesterol dalam darah pun akan disirkulasikan ke dala hati dan lantas diurai menjadi asam empedu. Timbunan kolesterol dalam arteri lantas bisa dihindari sehingga tak terjadi arteriosklerosis.

Untuk hewan uji dipakai tikus putih. Sebelumnya hewan uji dibuat hiperkolesterolemia (kolesterol berlebih) dengan pemberian makanan tambahan berkolesterol tinggi dan minuman yang mengandung tiourasil.

Penelitian menunjukkan pemberian na-alginat dengan viskositas 450 cps dengan dosis 200 mg/ekor/hari mampu menurunkan kadar kolesterol total darah tikus sampai keadaan normal hanya dalam waktu 4 minggu. Namun pemberian alginat tidak mampu menurunkan bobot badan tikus.

Menurut Thamrin masih diperlukan penelitian lanjutan menyangkut variasi dosis yang lebih terperinci. Juga tentang pengaruh pemberian alginat terhadap kadar kolesterol-LDL, HDL, indeks arteriosklerosis. “Kaitannya dengan upaya penggunaan Na-alginat untuk makanan suplemen,” terangnya.

MEMBANTU PENYEMBUHAN KANKER

Ekstrak rumput laut ternyata juga ampuh membentu penyembuhan penyakit kanker. Bagaimana mekanismenya? Penelitian menunjukkan kalau asam guluronat, salah satu penyusun asam alginat, mampu menghambat produksi enzim ODC. Enzim ini adalah produsen protein yang sangat dibutuhkan sel kanker untuk berkembang biak.

Asam gulutarat juga dapat mengikat kalsium pada penderita kanker. 85% penderita kanker punya kandungan kalsium yang tinggi pada tubuhnya. Ternyata kalsium tinggi juga bisaa memacu pertumbuhan sel kanker. Bukan itu saja asam gulutarat juga dapat menyerap mineral secara selektif. Sifat ini juga sangat positif bagi para penderita kanker. Mineral juga sudah dikenal sebagai salah satu penyebab kanker dalam hal ini kandungan C++.

Alginat juga mengandung kandungan mineral organik yang sangat lengkap dan akan membantu produksi enzim metalloproteinase yang juga berfungsi sebagai gen antibodi pada manusia. Sehingga akan meningkatkan daya tahan tubuh. Semisal penderita kanker yang sedang menjalani radioterapy maupun kemoterapi sangat terbantu karena bisa melawan efek samping. Semisal mengurangi kerontokan rambut, mengembalikan daya kecap lidah dan memulihkan bekas-bekas yang ditinggalkan oleh sel kanker yang telah mati.

Uji in vivo toksisitas menunjukkan bahwa ekstrak air rumput laut coklat jenis Sargassum crassifolium adalah bahan dengan toksisitas yang rendah. Nilai Toksisitas akut (LD50) pada uji mencit menunjukkan angka 194,4 mg/100g BB mencit. Sementara pada tikus putih angka toksisitas akutnya adalah 13,608g/kg BB. Angka ini masih dalam kisaran bahan dengan toksisitas rendah menurut klasifikasi Gleason. Yakni diantara kisaran 5-15 9/kg BB. Sementara perhitungan dosisnya menghasilkan nilai batas atas 16,180 g/kg BB dan 11,445 g/kg BB.

Sementara pemberian ekstrak air Sargassum crassifolium dengan dosis 0,647 g/100g BB menunjukkan efek antioksidatif berupa menghambat peningkatan kadar malondialdehida (MDA) plasma yang menjadi tanda kerusakan membran sel akibat radikal bebas.

Penurunan kadar superoksida dismutase (SOD) sel darah merah yang berperan untuk mengatasi kelebihan pembentukan radikal bebas. Juga bisa menjadi hepatoprotektor yang dapat mencegah kerusakan hati dan membantu proses perbaikan kerusakan hati akibat induksi CCL4.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s